oleh

Cerita Piere Mendur Penjaga Tugu Pers Mendur

MINAHASA, SwaraRakyat.co – Hari Ulang Tahun (HUT), Hari Pers Nasional Tahun 2021 tinggal beberapa hari lagi. Ada berbagai makna dibalik HPN ini, dimana hampir diseluruh indonesia para insan pers dan media sibuk menyambut HUT HPN ini dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Dan di Minahasa pun tak luput dari beberapa kegiatan para insan pers dalam menyambut HUT HPN tahun 2021, melalui organisasi PWI Minahasa para insan pers mengadakan bakti sosial di salah satu Tugu Pers Mendur dan Museumnya, serta baksos di tepian pantai di Minahasa.

Namun ada hal menarik saat menggelar baksos di Tugu Pers Mendur ini,jelang HPN, Pada Jumat (05/02/21), saat media ini, berbincang dengan penjaga Tugu Pers Mendur dan Museum, sosok yang dikenal muda akrab dengan orang, ini bernama Piere Mundur.

Saat ditanya mengapa ia mau menjadi penjaga di tempat ini, Piere pun menjawab sudah menjadi tanggung jawabnya karena Ia juga merupakan cucu dari kedua tokoh ini dimana ayahnya adalah adik kedua sosok bersaudara yang terkenal sebagai Tokoh pejuang dan seorang Pers ini Alex Mendur dan Frans Mendur, “ungkap Lelaki yang lahir di Jakarta ini.

Piere pun mengisahkan saat ia kecil, dia sempat mengenal kedua pamannya ini, dimana dia juga sempat disuruh oleh paman-pamannya ini saat menyuruh mengantarkan foto yang akan diterbitkan di beberapa media saat itu.

“Ya saat itu foto-foto yang ada dipajangan ini, dan hasil dari potretan paman saya sering saya antar di kantor atau media yang akan menerbitkan hasil dari foto-foto yang bersejarah ini, “ujarnya.

Dia pun menceritakan beberapa foto yang saat ditanyai kepadanya oleh beberapa wartawan, ada satu foto yang sangat spesial yakni foto Presiden RI pertama saat bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Sudirman dimana dalam foto ini terlihat kedua Tokoh terkenal ini saling berpelukan saat bertemu.

Untuk diketahui Museum yang mempunyai nilai sejarah ini, sebaiknya ada pembenahan lagi dimana foto yang dipajang ini hanya ditempel secara sederhana, mungkin akan lebih baik lagi jika pajangan foto-foto ini ditata dan diatur dalam sebuah lemari kaca agar kelihatan bagus, begitu juga dengan beberapa kamera yang digunakan oleh kedua tokoh ini, sebaiknya di buatkan tempat spesial untuk meletakannya karena kamera-kamera klasik ini memiliki nilai historis yang tak ternilai harganya, mungkin ada yang tertarik membantunya atau ada perhatian dari pemerintah setempat untuk museum ini.

(Heri Soriton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini